Sabtu, 25 Mei 2013

Pengalaman saat ujian katekasi sidi HKBP

Saat di beri tahu Amang Pendeta kalau sabtu (19/05) dan Minggu (20/05) bakal ujian tertulis dan lisan kita semua disitu takut karena kita-kita aja kalau di sekolah pasti di kasih tau materi-materi untuk ujian atau bisa di bilang kisi-kisi gitu.
Ada teman se maguru ku bertanya "Amang, gak ada kisi-kisi?" kami semua tertawa saat itu.

Untuk persiapan pelajaran inang biblevrov saat itu sih aku belajar tentang Kasih dan Kebangkitan Tuhan Yesus. Kalau untuk persiapan pelajaran Amang Pendeta sih aku belajar tentang definisi Iman, asal mula gereja, dan doa bapa kami.
Kalau untuk Amang Guru sih aku gak ada belajar wkwkwk

Akhirnya sabtu pun datang, aku sihh udah pasrah aja mau berapa nilainya yang penting ga nyontek haha
soal yang bikin aku agak terkejut sih EPROVE eprove gitu, eprove pertama orang batak, terus yang bikin down nya lagi aku lupa nama panjangnya pak Nomensen wkwk X_X
Kalau Marhatingdakhon Haporseaon sama Doa Bapa Kami sih jelas masuk, di suruh pake bahasa batak.

kalau soal Amang Guru tentang titah-titah yang diberikan kepada raja firaun sama mimpi firaun. Kalau inang bible sih tentang arti latar saat paskah sama muzijat-muzijat yang Yesus lakukan.

Oke, hari minggu. Saat yang paling menegangkan, gimana enggak? mamak bapak disamping men XD
lagu udah hafal, kalau pelajarannya sih berserah pada Tuhan aja O:)
pas ujian lisan Inang bible cuma ngasih tau sikap kami selama 1 tahun ini, dan nunjukkin nilai aku. lumayan dapet nilai 81 wkwk
kalau Amang Guru waktu itu cuma ngasih saran dan pesan aja, tapi kalau Amang Pendeta ngasih soal definisi iman, gereja sama doa bapa kami

Puji Tuhan sihh bisa ke jawab.

Dan besokk adalah hari yang aku tunggu temaaan ^_^
besok aku malua, berharap sih dapet ayat yang bagus, dan berubah jadi orang yg lebih dewasa
aminnn.

Trimakasih yang udah mampir. good luck ^_^

Minggu, 07 April 2013

Awalnya adalah sebuah pertemuan kemudian menjadi pertemanan lalu menjadi persahabatan. Rasa peduli, rasa sayang, yang engkau berikan kepadaku mengubah status kita menjadi pasangan. Secara tidak sengaja Tuhan mempertemukan kita di sebuah tempat "Sekolah".
Kau mengajakku pergi berjalan bersama denganmu sepulang sekolah hanya berdua ke suatu tempat. Kau menegur ku bila ku sedang tak belajar. Kau menyanyakan ku saat ku  bersedih, bimbang, belum makan. kau mengangkatku saat ku terjatuh.

Namun, ada hari dimana Tuhan memisahkan kita berdua. kita menjadi aku. kita menjadi kamu. Dan saat itu juga sikap mu tak sama lagi dengan yang dulu ku kenal. Menyapa pun tak pernah, bertanya kabarku pun tidak. Sedih..sedihh..hatiku... Tak mampu melakukan apapun. Melemah diriku.

Kau mendapat pengganti diriku. tak tahu kah engkau bila diriku bersedih disini, kesepian. Ingin mengakatan ini kepadamu namun apa daya, kita bahkan tak pernah komunikasi lagi.
aku hanya terpuruk dalam kekelaman ini. aku bersedih dan hanya bisa melihat bintang setiap malamnya. dan tersenyum untuk menutupi kesedihan dan luka ini.

Lalu, aku sadar. tak ada guna ku terpuruk dalam kekelaman ini semua. jika engkau mendapatkannya, makra aku pun bisa. aku bangkit, tak berusaha mengetahui tentangmu lagi. apapun mengenai dirimu. ku hapus namamu di jejaring social, bahkan contact hapeku lagi.

Trimakasih, karna engkau mendapatkan pelajaran bahwa dari luka yang kau beri menghasilkan sikap dewasaku kini.
Trimakasih aku telah menjadi wanita yang tegar... :)